— ✦ —

Dekrit Presiden

5 Juli 1959

"Menyelamatkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia"

Disusun oleh

Taufiqul Hakim

Apa Itu Dekrit Presiden?

"Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah keputusan Presiden Soekarno yang dikeluarkan untuk mengatasi kondisi ketatanegaraan yang dianggap membahayakan persatuan dan keselamatan negara dengan membubarkan Konstituante dan memberlakukan kembali UUD 1945."

Sumber: Sjahdeini (2021)

Mengapa Dekrit Diperlukan?

"Dekrit Presiden dilatarbelakangi oleh kegagalan Konstituante dalam menetapkan UUD baru pengganti UUDS 1950 serta situasi politik yang tidak stabil sehingga mengancam persatuan negara." — Sjahdeini (2021)

Konstituante Gagal (1956)

Konstituante gagal menetapkan UUD baru sebagai pengganti UUDS 1950 sejak dibentuk tahun 1956.

Voting Tidak Kuorum

Setiap pemungutan suara gagal mencapai dua pertiga kuorum yang dibutuhkan untuk mengesahkan UUD baru.

Instabilitas Politik

Situasi politik nasional memburuk; ketegangan antar faksi memuncak dan mengancam persatuan bangsa.

Pergantian Kabinet Berulang

Kabinet sering berganti dalam waktu singkat, menghambat jalannya pemerintahan yang efektif dan berkesinambungan.

Empat Pokok Isi Dekrit

🏛️

Pembubaran Konstituante

Konstituante resmi dibubarkan karena dianggap tidak mampu menyelesaikan tugasnya dalam menetapkan UUD baru.

📜

Kembali ke UUD 1945

UUD 1945 diberlakukan kembali sebagai konstitusi yang sah dan fundamental bagi negara Indonesia.

⚖️

Penghapusan UUDS 1950

UUDS 1950 yang selama ini berlaku resmi dinyatakan tidak berlaku lagi sejak dikeluarkannya dekrit.

🏢

Pembentukan MPRS & DPAS

Presiden diperintahkan membentuk MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara) dan DPAS sesegera mungkin.

Sumber: Sjahdeini (2021)

Tujuan Dikeluarkannya Dekrit

"Dekrit bertujuan memulihkan keadaan negara agar pemerintahan kembali berjalan efektif."

Mengatasi Krisis Konstitusi

Mengakhiri kebuntuan Konstituante yang tidak kunjung menghasilkan UUD baru untuk negara.

Menstabilkan Negara

Memulihkan stabilitas nasional yang terganggu akibat pergolakan politik berkepanjangan.

Menjamin Pemerintahan Berjalan

Memastikan roda pemerintahan tidak berhenti dan dapat berfungsi secara efektif dan berkelanjutan.

Mengakhiri Kebuntuan Politik

Memberikan solusi tegas atas deadlock politik yang telah berlangsung lama dan menguras energi bangsa.

Sumber: Asshiddiqie

Dampak Positif & Negatif

Dampak Positif

+
Menyelamatkan Negara

Dekrit berhasil mencegah perpecahan lebih lanjut dan menyelamatkan keutuhan NKRI dari ancaman disintegrasi bangsa.

+
Mengakhiri Kebuntuan Politik

Memberikan kepastian hukum dan arah yang jelas bagi penyelenggaraan negara yang sebelumnya terkatung-katung.

⚠️

Dampak Negatif

Demokrasi Melemah

Langkah ini membuka jalan menuju Demokrasi Terpimpin yang membatasi ruang gerak partai dan kebebasan berpolitik.

Kekuasaan Presiden Menguat

Kekuasaan eksekutif terpusat pada Presiden Soekarno sehingga keseimbangan antar lembaga negara terganggu.

Catatan: Hermawan & Rizal (2022)

Refleksi Sejarah

"

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 merupakan langkah darurat untuk mengatasi krisis ketatanegaraan Indonesia. Kebijakan ini berhasil mengakhiri kebuntuan politik dalam jangka pendek, namun juga membawa dampak penting terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia.

"
1956–1959
Masa Krisis
4 Pokok
Isi Dekrit
1959
Berlakunya Dekrit
— ✦ —

Terima Kasih

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Presentasi ini disusun untuk memenuhi tugas
sejarah kabinet parlementer.

Presentasi Sejarah Indonesia  ·  Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Daftar Pustaka

Sjahdeini, S. R. (2021). Sejarah hukum Indonesia. Jakarta: Kencana.
Asshiddiqie, J. Pengantar ilmu hukum tata negara Indonesia. Jakarta: Rajawali Press.
Hermawan, S., & Rizal, M. (2022). Pengaruh Dekrit Presiden Terhadap Demokratisasi Di Indonesia.. Veritas et Justitia, 8(2), 287–314.